BRALING.COM, PURBALINGGA – Puncak musim kemarau di Kabupaten Purbalingga diprediksi akan terjadi pada Bulan Agustus 2020 mendatang.

Sekretaris Daerah Purbalingga, Wahyu Kontardi menginformasikan hal tersebut melalui surat bernomor 365/12409.

Prediksi cuaca kemarau tersebut mengacu pada prakiraan klimatologi dari Stasiun Klimatologi Semarang pada Maret 2020.

Awal musim kemarau di wilayah Kabupaten Purbalingga diprakirakan mulai pada Mei Dasarian III di wilayah Timur, Selatan, Barat dan pada Juni Dasarian I, di wilayah Barat laut dan Utara.

“Berdasarkan prakiraan dari stasiun klimatologi Semarang, puncak kemarau akan terjadi pada Agustus mendatang. Sedangkan awal musim kemarau diprakirakan telah terjadi pada bulan Mei lalu,” kata Sekda Wahyu.

Karena itulah, Pemerintah Kabupaten Purbalingga meminta masyarakat menggunakan air secara hemat dan cermat.

“Menggunakan air secara bijak dengan cara hemat dan cermat menjadi salah satu cara untuk menghadapi musim kemarau,” ujarnya.

Pemkab Purbalingga menaruh perhatian pada stok pangan di musim kemarau. Petani diharapkan melakukan penyesuaian tata dan pola tanam. Penggunaan bibit tanaman umur pendek, tahan kekurangan air dan tahan serangan hama.

Diversifikasi tanaman pangan pokok juga diharapkan dilakukan yaitu mengganti beras dengan jagung, umbi, ketela dan lainnya.

“Penggunaan bibit tanaman umur pendek, tahan kekurangan air dan tahan serangan hama diharapkan diterapkan oleh para petani,” imbuh Sekda Purbalingga.