BRALING.COM, PURBALINGGA – Karangtaruna Kabupaten Purbalingga menyambut gelaran Pilkada Purbalingga dengan bergerak sigap membentuk Satgas Anti Money Politik.

Pembentukan satgas yang tersebar hingga level desa ini jadi upaya nyata Karangtaruna Kabupaten Purbalingga mendorong gelaran Pilkada Purbalingga 2020 yang bersih dan damai, aman, kondusif dan tanpa isu SARA.

Hal itu ditegaskan dalam ikrar pada Apel Akbar Karang Taruna di Pendapa Dipokusumo, 5 September 2020.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan Ketua Karangtaruna Kabupaten Purbalingga yang juga Ketua DPRD Purbalingga Bambang Irawan, hadir di agenda tersebut.

Apel itu diikuti secara langsung oleh 210 peserta dari Kecamatan Purbalingga, Kutasari, Kalimanah dan Bojongsari.

Sementara itu, sekitar 655 peserta mengikuti apel akbar secara virtual dari masing-masing kantor kecamatan.

“Kami tegaskan, Karang Taruna Kabupaten Purbalingga tetap menjaga netralitas serta siap menjadi satgas anti politik uang,” kata Wakil Ketua 1 Karangtaruna Kabupaten Purbalingga Imam Yahdi.

“Kami di seluruh penjuru Purbalingga akan menjadi garda terdepan dalam melawan politik uang yang merusak demokrasi,” kata Imam Yahdi melanjutkan.

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi sepakat dengan penyelenggara pilkada yang sehat, terhormat, berintegritas dan bermartabat.

Bupati Tiwi menilai, untuk mewujudkan itu dibutuhkan sinergi. Karena hal itu bukan tanggung jawab penyelenggara pemilu saja, namun butuh peran serta masyarakat termasuk anggota karangtaruna.

“Saya amat sangat mengapresiasi langkah Karang Taruna membentuk satgas anti politik uang,” kata Bupati Tiwi.

“Masyarakat harus disadarkan, jangan sampai masyarakat tergiur oleh amang-amang dan iming-iming politik uang yang dapat berdampak mencederai demokrasi,” katanya menambahkan.

Termasuk dalam menghambat praktek-praktek kampanye hitam, ujaran kebencian dan penyebaran hoax.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan Karang Taruna dapat ditiru oleh organisasi kemasyarakatan lainnya,” katanya.

Menjelang penyelenggaraan Pilkada Serentak di akhir tahun 2020 mendatang, isu soal money politic atau politik uang terus berhembus.

Terlebih, gelaran pilkada ini dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19. Yang mana, membuat masyarakat kesulitan keuangan.

Seperti diketahui, Pasangan Dyah Hayuning Pratiwi – Sudono dan Muhammad Zulhan Fauzi – Zaini Makarim mendaftar di KPU Purbalingga, untuk mengikuti Pilkada Purbalingga, 9 Desember 2020.