BRALING.COM, PURBALINGGA – Daftar Pemilih Sementara atau DPS yang akan digunakan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga pada 9 Desember 2020 mendatang, sudah resmi ditetapkan.

Penetapan DPS Pilkada Purbalingga 2020 tersebut dilaksanakan melalui Rapat Pleno Penetapan DPS di Aula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga 10 September 2020.

Bawaslu Purbalingga,partai politik, dinas terkait seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil), Kesbangpol, serta Ketua dan Divisi Mutarlih PPK se-Kabupaten Purbalingga hadir dalam rapat tersebut.

Dalam rapat pleno tersebut ditetapkan bahwa Pilkada Purbalingga pada 9 Desember 2020 besok, akan diikuti 374.316 pemilih laki-laki dan 370.112 pemilih perempuan.

Dengan begitu sudah ada 744.428 calon pemilih yang masuk DPS Pilkada Purbalingga. Mereka akan disebar di 2.129 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

pilkada purbalingga 2020
Dokumentasi: KPU Purbalingga

Ketua KPU Purbalingga,  Eko Setiawan menyebutkan bahwa DPS yang ditetapkan tersebut merupakan daftar hasil proses pencocokan dan penelitian alias coklit.

Yang mana, petugas PPDP telah melakukan proses coklit pada 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020 kemarin. Proses itu juga telah melalui tahapan validasi PPS dan PPK.

“Kepada stakeholder yang akan memerlukan DPS pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga ini, bisa bersurat kepada KPU Purbalingga,” jelas Eko Setiawan dalam keterangan pers yang diterima Braling.com.

Akan tetapi, Eko Setiawan menambahkan, KPU Purbalingga tetap akan melindungi data pemilih. Caranya dengan memblok data NIK dan Kartu Keluarga.

“Karena ini merupakan merupakan bagian data yang dirahasiakan,” Eko Setiawan menjelaskan.

Komisioner KPU Purbalingga Divisi Mutarlih, Sigit Prasetyo menyebutkan bahwa, koreksi dan perbaikan terhadap data hasil rekapitulasi yang dipaparkan dalam rapat pleno merupakan hal yang sah-sah saja dilakukan.

Misalnya, Bawaslu Purbalingga yang memberikan beberapa catatan terkait dengan penetapan DPS, khususnya supaya semua calon pemilih bisa terakomodir dalam daftar pemilih tetap.

Komisioner KPU Purbalingga Divisi Parmas, SDM & Kampanye, Andri Supriyanto menambahkan, berdasarkan hasil pleno, data calon pemilih di DPS tersebut sudah clear.

Akan tetapi, data calon pemilih di DPS Pilkada Purbalingga 2020 tersebut masih mungkin ada perubahan. Karena sifatnya memang masih sementara.

“Data terus bisa diupdate, karena masih mungkin ada orang yang blm masuk data pemilih, atau juga yang masih status tidak memenuhi syarat (TMS),” Andri menjelaskan.

Proses Verifikasi Faktual

Seperti diketahui bersama, KPU Purbalingga telah menerima pendaftaran dua pasangan calon yang akan berlaga di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga, awal September 2020 kemarin.

Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi dan Sudono (Tiwi-Dono) telah mendaftar ke KPU Purbalingga 4 September 2020 sekitar Pukul 14.00 WIB.

Pasangan Tiwi-Dono yang diusung koalisi PDI-P, Partai Gorkar, PAN, dan PKS, optimis akan meraih kemenangan yang terhormat dan bermartabat.

“Naik tanpa harus menjatuhkan, tinggi tanpa harus merendahkan dan besar tanpa harus mengecilkan yang lain,” kata Tiwi ketika berorasi selepas mendaftar di KPU Purbalingga.

Sedangkan Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Muhammad Sulhan Fauzi dan Zaini Makarim (Oji-Zaini) sudah mendaftar ke KPU Purbalingga, 6 September 2020 sekitar Pukul 08.00 WIB.

Pasangan Oji-Zaini yang didukung PKB, PPP, Demokrat, Gerindra dan Nasdem ini yakin mampu memberikan perubahan bagi Kabupaten Purbalingga.

KPU Purbalingga sudah menyatakan dokumen pendaftaran dua bakal calon tersebut sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Dokumen pendaftaran sudah lengkap.

Selanjutnya, KPU Purbalingga akan melakukan proses verifikasi faktual terhadap dokumen yang dikirimkan oleh dua pasangan tersebut.