BRALING.COM, PURBALINGGA – Hadirnya dua rumah sakit anyar di Kabupaten Purbalingga harus mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kota Perwira.

Dua rumah sakit terbaru di Kabupaten Purbalingga tersebut adalah RSI At-Tin Husada dan RSU PKU Muhammadiyah Purbalingga.

RSI At-Tin Husada Purbalingga berada Jalan Mayjend Sungkono Purbalingga. Tepatnya, masuk Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah. Bupati Purbalingga meresmikan rumah sakit ini 14 September 2020 kemarin.

Baca: Wajah Alun-alun Purbalingga Sekarang Ini Lebih Kekinian, Tapi Nongkrong di Sana Harus Terapkan Protokol Kesehatan

Sementara RSU PKU Muhammadiyah ialah layanan kesehatan yang berangkat dari peningkatan status PKU Muhammadiyah Purbalingga di Bobotsari yang semula klinik menjadi Rumah Sakit Umum (RSU).

Bupati Purbalingga sudah meresmikan RSU PKU Muhammadiyah Purbalingga ini, 15 September 2020. Peresmian ditandai dengan penyerahan Surat Keterangan Operasional RSU PKU Muhammadiyah dari Bupati Purbalingga kepada Direktur RSU PKU Muhammadiyah Purbalingga.

Pemilik RSI At-Tin Husada Purbalingga, Sri Yatin menjelaskan, RSU At-Tin Husada memiliki ruang  rawat inap dengan kapasitas 110 bed atau kamar tidur. Yang mana terdiri dari kelas pelayanan VVIP, VIP, Kelas 1, Kelas 2 dan Kelas 3.

Sedangkan mengenai jumlah karyawan, Sri Yatin menjelaskan bahwa RSU At-Tin yang masuk rumah sakit Tipe C ini memiliki 200 orang karyawan, 11 dokter spesialis dan 9 dokter umum.

“Kami sudah ada kamar isolasi, kamar operasi, ICU, HCU, radiologi  serta alat  CT Scan dengan 23 slide yang akan terus di up grade. Kedepan dilengkapi untuk pelayanan cuci darah atau Hemodialisa  (HD),” kata Sri Yatin.

Baca: 110 Petenis di Purbalingga Ikuti Kejurkab Tenis Pelti Purbalingga Tahun 2020

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Purbalingga, Ali Sudharmo berkata bahwa upaya peningkatan status PKU ini merupakan mandat dari warga Muhammadiyah.

“Sebagai konsekuensi, kami PD Muhammadiyah sudah bertekad dan memberikan mandat kepada direktur RSU PKU Muhammadiyah Purbalingga agar beberapa syarat-syarat dilengkapi untuk memenuhi izin operasional RS, dan harus di-backup dengan komitmen,” kata Ali.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir menjelaskan RSU ini menjadi RSU Muhammadiyah ke2 di Karesidenan Banyumas setelah di Banjarnegara, mudah mudahan segera menyusul ketiga di Purwokerto.

Ketika meresmikan dua rumah sakit tersebut, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menyebutkan bahwa kapasitas tempat tidur di rumah sakit yang ada di Kabupaten Purbalingga masih sangat minim.

rumah sakit muhammadiyah

Keterbatasan Jumlah Tempat Tidur.

Jika mengacu pada standar World Health Organization (WHO), idealnya ketersediaan tempat tidur di Kabupaten Purbalingga adalah 1000 bed. Namun, kondisi sekarang masih jauh dari ideal.

“Jumlah penduduk Purbalingga saat ini hampir 1 juta orang, maka ketersediaan bed idelnya adalah 1000 bed. Namun kenyataannya jumlah bed seluruh rumahsakit negeri maupun swasta baru 660 bed,” Bupati Tiwi menjelaskan.

Bupati Tiwi berharap RSI At-Tin Husada dan RSU PKU Muhammadiyah Purbalingga bisa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Sebab, masalah kesehatan menjadi salah satu hal yang menjadi fokus Pemkab Purbalingga ketika berupaya berupaya meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Purbalingga.

“Saya yakin apapun visi-misi kita itu sama, bagaimana kita bisa  menolong masyarakat Purbalingga yang sedang sakit, bagaimana kita bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada seluruh warga masyarakat Purbalingga.” katanya.

Pendirian Perguruan Tinggi Baru.

Secara khusus, Bupati Tiwi mengapresiasi komitmen dan aksi nyata warga Muhammadiyah di Kabupaten Purbalingga. Khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.

Seperti diketahui, PD Muhammadiyah Purbalingga berencana akan merintis pendirian Politeknik Muhammadiyah Purbalingga. Dengan begitu, akan ada perguruan tinggi baru lagi di Kabupaten Purbalingga.

Ketika Peresmian RSU PKU Muhammadiyah Purbalingga, Ketua PD  Muhammadiyah Purbalingga dengan Bupati Purbalingga melaksanakan MoU surat rekomendasi pendirian Politekes Muhammadiyah.

“Tidak hanya dukungan tapi pemerintah juga siap berikan hibah lahan terhadap pembangunan Politeknik Muhammadiyah. Karena apapun, ini adalah untuk kemaslahatan umat,” kata Bupati Tiwi ketika memberikan sambutan.