BRALING.COM, PURBALINGGA – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, Habib Luthfi bin Ali bin Yahya datang ke Kabupaten Purbalingga untuk memberikan motivasi pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Habib Lutfi menyampaikan pesan-pesan persatuan bangsa tersebut di tiga lokasi berbeda, secara marathon. Yakni di Gereja Katholik Santo Agustinus, Masjid Darussalam dan TITD Klenteng Hok Tek Bio.

Habib Lutfi memberikan pesannya itu dalam acara “Silaturahmi Kebhinekaan”, 16 September 2020 kemarin. Menurut Habib Lutfi, jika tokoh masyarakat dan tokoh agama harmonis, maka rasa persatuan Indonesia tidak akan mudah dikoyak.

“Tapi kalau kita bersatu seperti ini, andaikata Gunung Slamet bisa menjadi emas, nilainya belum seberapa dibanding kebersamaan pagi ini,” kata Habib Lutfi.

“Itu hebatnya persatuan dan kesatuan untuk kita semua,” Habib Lutfi menambahkan. Habib Lutfi menyampaikan hal tersebut ketika berbicara di di halaman Gereja Santo Agustinus Purbalingga.

Baca: Liburan Semakin Asik, Kan Ada Promo SeptembeRia di Sanggaluri Park

Di Masjid Darussalam, Habib Luthfi menyampaikan, Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan, kemudian, menjadikannya berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal atau Lita’arofu.

Di dalam tanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya, ada yang heterogen ada yang pluralis, budaya juga berbeda, tapi tantangan yang paling berat, karena Lita’arofu tidak sekadar saling mengenal.

“Keturunan tinggalah keturunan, tapi kebangsaan adalah bangsa dimana kita dilahirkan, keturunan Cina Oke, keturunan India Oke, Arab Oke, tapi tidak bisa dikatakan bangsa Arab, bangsa Cina karena kita lahir di Indonesia, harus tahu diri harus meyakini bahwa kita adalah bangsa Indonesia. Nah itu baru kita saling mengenal,” kata Habib Lutfi.

Baca: Peringati HUT PMI ke 75, PMI Purbalingga Lakukan Aksi Kemanusiaan di Zona Merah Covid-19

Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berharap bahwa program Silaturahmi Kebhinekaan dari Habib Luthfi ini mampu menumbuhkan semangat sebagai masyarakat Indonesia dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan, dan meningkatkan nasionalisme rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa.

“Tanpa disadari sudah kita menghirup udara kemerdekaan 75 tahun lamanya, kita bangsa Indonesia wajib mengetahui bahwa kemerdekaan ini diraih dengan susah payah dari pahlawan yang mengorbankan harta dan nyawa demi satu kata merdeka,” kata Bupati Tiwi.

“Kita sebagai generasi penerus hendaknya mempertahankan kemerdekaan, karena apapun bangsa yang berbhineka ini pada dasarnya kita adalah satu, satu keluarga,” Bupati Tiwi menambahkan.

silaturahmi kebhinekaan

Perberdaan adalah Kekayaan Bangsa.

Kemudian, Kapolres Purbalingga AKBP Muchammad Syafii Maulla mengungkapkan, kebhinekaan dapat dilihat dari dua sisi, apakah perbedaan atau kekayaan. Perbedaan sudah jelas, tapi itu juga bagian dari kekayaan bangsa ini.

“Dengan adanya perbedaan ini diperlukan jembatan untuk menghubungkan satu sama lain, sehingga timbul hal hal positif. Maka dibutuhkan ‘silaturahmi’ sebagai komunikasi menjalin persaudaraan dengan perbedaan yang ada,” kata AKBP Muchammad Syafii Maulla.

Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Decky Zulhas mengaku bangga dengan kehadiran Habib Luthfi di Purbalingga. Sebab, Habib Lutfi merupakan salah satu tokoh pemersatu bangsa. Karena dimanapun berada selalu ada di hati masyarakat Indonesia dari kalangan apapun.

“Perbedaan adalah keniscayaan, ada bahasa ‘Indahnya Perbedaan’ tapi lebih indah lagi persamaan. Yaitu persamaan dalam hal visi misi, cita-cita bangsa untuk kemajuan bangsa kita untuk mengisi pembangunan,” kata Dandim Purbalingga, Letkol Inf Decky.