BRALING.COM, PURBALINGGA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga meminta masyarakat untuk aktif mengecek Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Periode 2021-2024.

“Mohon nanti dicek. Karena yang disebut pemilih adalah yang terdaftar,” kata Ketua KPU Purbalingga, Eko Setiawan, 18 September 2020.

KPU Purbalingga memasukan 744. 428 warga Kota Perwira dalam DPS Pilkada Purbalingga 2020. Seperti diketahui, coblosan Pilkada Purbalingga bakal digelar 9 Desember 2020.

Rinciannya, ada 374.316 orang pemilih berjenis kelamin laki-laki dan 370.112orang pemilih berjenis kelamin perempuan yang sudah masuk dalam DPS tersebut.

KPU Purbalingga telah melakukan Penetapan DPS Pilkada Purbalingga 2020 melalui Rapat Pleno Penetapan DPS di Aula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga 10 September 2020 kemarin.

Bawaslu Purbalingga,partai politik, dinas terkait seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil), Kesbangpol, serta Ketua dan Divisi Mutarlih PPK se-Kabupaten Purbalingga hadir dalam rapat tersebut.

Baca: Habib Lutfi: Kalau Tokoh Agama Harmonis, Indonesia Tidak Mudah Dikoyak

Eko Setiawan menegaskan bahwa daftar nama di DPS Pilkada Purbalingga 2020 tersebut masih bisa berubah alias belum final.

Bisa saja jumlah orang yang tercantum di DPS itu bertambah atau bahkan berkurang sesuai dengan dinamisasi yang ada di lapangan. Yang final ada di Daftar Pemilih Tetap atau DPT.

Sebagai contoh, Eko menjelaskan, jika sebelum finalisasi terdapat orang yang meninggal atau berpindah dari dan ke Purbalingga, maka itu akan memengaruhi jumlah pemilih.

“Tentu saja masih bisa berubah tergantung dinamisasi yang ada di lapangan,” kata Eko Setiawan dalam keterangan pers yang dirilis Dinkominfo Purbalingga.

Karena itulah, KPU Purbalingga meminta warga yang sudah memiliki hak pilih untuk aktif memeriksa apakah dirinya sudah terdaftar atau belum. Jangan sampai hak pilihnya hilang, karena tidak melakukan kroscek data.

Baca: KPU Tak Bisa Menghapus Izin Konser untuk Kampanye Pilkada, Tapi Tetap Dorong Aturan Pembatasan

Seperti diketahui bersama, Pilkada Purbalingga bakal diikuti oleh dua pasangan calon. Yang mana, dua bakal calon yang sudah mendaftar tersebut memang sudah dinyatakan lengkap dokumen pendaftarannya.

Dua pasangan itu adalah Pasangan Dyah Hayuning Pratiwi dan Sudono yang diusung empat partai politik. Yakni diusung oleh PDIP, Golkar, PAN dan PKS.

Sementara pasangan lainnya, Muhammad Sulhan Fauzi dan Zaini Makarim Supriyatno diusung lima partai politik. Yaitu diusung oleh PKB, PPP, Demokrat, Nasdem dan Gerindra.

“Dua Bacalon tersebut dinyatakan lengkap berkasnya dan penetapan calon itu tanggal 23 September dengan dilanjutkan masa kampanye sehari kemudian,” kata Eko Setiawan menambahkan.

Aturan Kampanye Pilkada Purbalingga

Sementara itu, Komisioner KPU Purbalingga Divisi Parmas, SDM & Kampanye, Andri Supriyanto menjelaskan bahwa KPU Purbalingga akan ketat dalam menerapkan aturan KPU yang berkaitan dengan kampanye di masa pandemi Covid-19 ini.

Andri menyontohkan, aturan mengenai pembatasan jumlah peserta dalam pertemuan. Yakni pertemuan dalam rangka kampanye dibatasi maksimal 50 orang, sedangkan rapat umum maksimal diikuti oleh 100 orang.

“Jumlahnya dibatasi. Sesuai aturan KPU untuk meminimalkan penularan Covid-19,” kata Andri Supriyanto kepada wartawan.

KPU Purbalingga meminta peserta kampanye mematuhi aturan dengan metode-metode kampanye yang sudah ditetapkan KPU.

Selain itu, Andri menambahkan, KPU Purbalingga juga mengatur metode kampanye lewat media cetak dan elektronik. Periode kampanye melalui media massa yakni 25 November hingga 5 Desember 2020.

“Maksimal kampanye di media cetak elektronik 14 hari sebelum masa tenang,” Andri menambahkan.