BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menegaskan peran penting kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD dalam mewujudkan keluarga sejahtera di Kabupaten Purbalingga.

Sebagai informasi, para kader PPKBD dan Sub PPKBD merupakan kader-kader desa yang mempunyai tugas membantu tersebarnya informasi KB ke masyarakat dan membantu dalam menciptakan pembangunan keluarga sejahtera. Mereka bergerak secara sukarela.

Kepala Dinsosdalduk KB P3A Purbalingga, Raditya Widayaka menyebutkan bahwa para kader PPKBD dan Sub PPKBD telah membantu menyejahterakan keluarga di Kota Perwira dalam sejumlah program.

Kader PPKBD dan Sub PPKBD membantu dan memantau dan mengendalikan manusia mulai dari dalam kandungan, balita hingga lansia. Yakni melalui program Bina Keluarga Balita dan Bina Keluarga Lansia.

Peran serta kader PPKBD dan Sub PPKBD di Kota Perwira juga nampak ketika Hari Keluarga Nasional (Harganas). Pemkab Purbalingga menargetkan 7000 akseptor baru, namun pada akhirnya target dengan memperoleh 8000 akseptor.

“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada kader PPKBD dan Sub PPKBD karena dengan keikhlasan dan ketulusan mengurusi manusia dalam kandungan, bayi sampai lansia,” kata Raditya Widayaka.

Baca: Jangan Sampai Lupa! Cek Daftar Nama di DPS Pilkada Purbalingga 2020

Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengapresiasi peran aktif Kader PPKBD dan Sub PPKBD di Kota Perwira ketika agenda Penguatan Kelembagaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Kader PPKBD dan Sub PPKBD se-Kecamatan Kutsari mengikuti acara yang digelar di Aula Balai Desa Meri Kutasari, 19 September 2020.

Agenda penguatan kelembagaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran lembaga pengelola program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana. Khususnya di Kabupaten Purbalingga.

Raditya Widayaka menjelaskan bahwa, program Bangga Kencana dilaksanakan ditujukan untuk meningkatkan kepesertaan KB baru, meningkatkan peserta KB Aktif, peningkatan kegiatan kelompok-kelompok dan institusi masyarakat pedesaan.

Di samping itu, Raditya menambahkan, Program Bangga Kencana juga dilaksanakan untuk menyetarakan program KB dengan program-program pembangunan yang lainnya.

“Kegiatan Bangga Kencana pada dasarnya adalah untuk pengendalian penduduk yang dipadukan dengan kegiatan-kegiatan di desa, dengan harapan kader-kader KB dapat masuk ke seluruh komponen,” Raditya menjelaskan.

Baca: Di Sini Loh Tempat Seruput Kopi Luwak Liar Khas Hutan Purbalingga

Sementara itu, ketika memberikan sambutan, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi berharap, kegiatan Bangga Kencana dapat membantu meningkatkan semangat bagi pada kader serta meningkatkan pengetahuan dan kekompakkan antara kader di tingkat kecamatan dan desa.

Bupati Tiwi berharap, para kader PPKBD dan Sub PPKBD di Kecamatan Kutasari akan terus kompak, karena para kader KB merupakan garda terdepan dalam mensosialisasikan program pemerintah utamanya mengkait kegiatan Keluarga Berencana (KB).

Pemkab Purbalingga, lanjut Bupati Tiwi, membutuhkan kepanjangan tangan yang ada di kecamatan dan di desa yang saat ini dipegang oleh para kader PPKBD dan Sub PPKBD.

Sukses tidaknya program KB ada kerja keras para kader KB di Purbalingga yang kebanyakkan kaum perempuan. Dan ternyata perjuangan untuk mengendalikan penduduk melalui program KB berhasil.

“Kalau kita lihat, hampir seluruhnya kader-kader PPKBD dan Sub PPKBD adalah wanita. Oleh karenanya untuk bapak-bapak, jangan pernah mendiskriminasi wanita, memandang sebelah mata perempuan,” kata Bupati Tiwi.

“Karena yang namanya perempuan punya peranan yang besar dalam pembangunan Kabupaten Purbalingga.,” Bupati Tiwi menambahkan.