BRALING.COM, PURBALINGGA – Upaya Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk menumbuhkan potensi bisnis sektor UMKM terus mendapatkan support. Kini, giliran PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap turut mendukung upaya Pemkab Purbalingga tersebut.

Dukungan RU IV Cilacap tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama melalui Dinkop UKM Purbalingga pada Program Kemitraan Bantuan Kredit Bunga Rendah di Pendapa Dipokusumo, 20 September 2020.

Kerjasama dengan PT Pertamina (Persero), khususnya RU IV Cilacap ini melengkapi kerjasama yang sudah dibangun Pemkab Purbalingga sejauh ini demi sektor UMKM di Kabupaten Purbalingga.

Sebelumnya, Pemkab Purbalingga sudah menjalin kerjasama dengan Bukalapak, Alfamart hingga BPD Artha Perwira.

Pihak-pihak eksternal itu diajak untuk mendorong pertumbuhan bisnis pelaku UMKM di Kota Perwira melalui bantuan permodalan hingga dukungan pemasaran.

Baca: Di Sini Loh Tempat Seruput Kopi Luwak Liar Khas Hutan Purbalingga

“Kerjasama kali ini adalah Program Kemitraan Bantuan Kredit Bunga Rendah. Benar benar bunga rendah, karena tingkat bunganya hanya 6% per 3 tahun,” kata Kepala Dinkop UKM Purbalingga, Budi Susetyono.

“Kalau kita bandingkan dengan bunga-bunga perbankan lain jauh lebih rendah. KUR saja yang termasuknya bunga rendah hanya 7% per tahun,” Budi menambahkan.

Budi pun menjelaskan secara detail bahwa hingga sekarang ini sudah terdapat 215 pengusul untuk mendapatkan modal bagi UMKM ini.

Dinkop UKM Purbalingga meminta para pelaku yang memperoleh bantuan permodalan ini bisa tertib dalam pengelolan modal dan benar-benar dimanfaatkan usaha produksi bukan konsumtif.

“Kami menginginkan bapak ibu juga tertib administrasi, pencatatan perlu dilakukan bagaimana perkembangan produk atau laba dan tentu saja tertib dalam angsuran,” kata Budi ketika memberikan sambutan.

Sasaran Bantuan Permodalan

Unit Manager Communication, Relation & CSR RU IV Cilacap, Hatim Ilwan menjelaskan bahwa definisi UMKM yakni memiliki usaha yang omsetnya tidak lebih dari Rp 2,5M per tahun.

“Disamping itu, Asetnya juga tidak lebih dari Rp 500 juta di luar tanah dan bangunan,” imbuh Hatim Ilwan yang datang mewakili GM RU VI Cilacap.

Hatim menambahkan, untuk mengakses kredit ini tidak perlu agunan, khususnya dengan nilai pinjaman Rp 5 juta ke bawah.

Lebih dari itu, lanjut Hatim, tetap menggunakan agunan dengan besaran pinjaman mencapai Rp 200 juta. Bahkan bunga sebesar 6% per 3 tahun tersebut sebenarnya bukanlah bunga yang dimasukan sebagai laba.

“Kami tidak menyebut itu bunga, tapi biaya administrasi, kelebihan biaya bukan untuk gaji saya atau biaya perjalanan dinas saya, tapi kami kembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan, peningkatan skill, termasuk bisa ajak pelaku UMKM ke berbagai pameran sehingga punya kesempatan Go Global,” jelas Hatim Ilwan.

Baca: Kenapa Minat Calon Pembeli Rumah Menggunakan KPR Syariah Mengalami Peningkatan?

Bupati Purbalingga, Dyah hayuning Pratiwi menyebutkan bahwa kerjasama dengan PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap ini sangat membantu para pelaku UMKM yang mayoritas terkendala modal karena tidak bankable.

“Kami pemerintah di tengah pandemic Covid-19 adalah keniscayaan untuk mengupayakan bagaimana sektor mikro untuk tetap bisa bergerak,” jelas Bupati Tiwi.

“Biasanya salah satu masalah UMKM adalah terkait modal. Sementara di masa Pandemi Covid-19 ini UMKM butuh stimulan, trigger dan motivasi agar tidak mandek, dan tetap bisa mengembangkan usaha,” katanya.

Pemkab Purbalingga juga akan selalu berkomitmen untuk terus dorong dan memfasilitasi UMKM untuk bisa naik kelas.

Maka itu, Bupati Tiwi meminta target para pelaku UMKM di Kabupaten Purbalingga jangan cuma produk laku, melainkan harus memiliki mimpi-mimpi lebih besar lagi.

“Kalau saat ini laku di Purbalingga sekarang tinggal mimpi bagaimana produk panjenengan bisa laku di internasional,” kata Bupati Tiwi ketika memberikan sambutan.