BRALING.COM, PURBALINGGA – Nomor urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga yang akan berlaga di Pilkada Purbalingga, 9 Desember 2020 mendatang sudah ditetapkan.

Pasangan Muhammad Sulhan Fauzi dan Zaini Makarim Supriyatno (Oji-Zaini) mendapatkan nomor urut 1. Sementara Pasangan Dyah Hayuning Pratiwi dan Sudono (Tiwi-Dono) memperoleh nomor urut 2.

Seperti diketahui, Pasangan Oji-Zaini diusung koalisi PKB, Partai Gerindra, PPP, Nasdem dan Partai Demokrat. Kemudian, Pasangan Tiwi-Dono diusung koalisi PDIP, Partai Golkar, PAN, dan PKS.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga menggelar Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga di Aula KPU Purbalingga, 24 September 2020.

KPU Purbalingga menggelar agenda yang mengacu pada PKPU No 5 dan N0 13 Tahun 2020 tersebut dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Peserta yang boleh masuk ke Aula KPU Purbalingga dibatasi.

Yakni hanya pasangan calon, lima orang komisioner KPU Kabupaten, dua orang anggota Bawaslu Purbalingga, satu orang LO. Dengan begitu, hanya ada 13 orang di dalam aula tersebut.

“Demi memenuhi kehausan Publik akan acara hari ini, maka kami siarkan secara live di yotube dan mendsos KPU Purbalingga,” kata Ketua KPU Purbalingga, Eko Setiawan dalam keterangan pers yang diterima Braling.com.

Baca: Jangan Sampai Lupa! Cek Daftar Nama di DPS Pilkada Purbalingga 2020

Akan tetapi, Pasangan Oji-Zaini tidak hadir secara langsung. Melainkan diwakilkan oleh tim pemenangan. Yakni Miswanto yang mewakili Muhammad Sulhan Fauzi dan Adi Yuwono yang mewakili Zaini Makarim.

KPU Purbalingga menyebutkan bahwa dua perwakilan itu sudah mendapatkan mandat dari Pasangan Oji-Zaini. “ Pasangan Oji-Zaini tidak hadir karena sakit,” kata Ketua KPU Purbalingga, Eko Setiawan.

Keterangan sakit tersebut ditegaskan dengan adanya surat keterangan dokter dari Pasangan Oji-Zaini tersebut.

Seusai pengundian nomor urut, para pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Periode 2021-2024 tersebut menandatangani ikrar damai dan pakta integritas untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam berkampanye.

Baca: KPU Tak Bisa Menghapus Izin Konser untuk Kampanye Pilkada, Tapi Tetap Dorong Aturan Pembatasan

“Kami mengapresiasi semua pihak yang hari ini sangat mendukung protokol kesehatan,” kata Komisioner KPU Purbalingga Divisi Parmas, SDM & Kampanye, Andri Supriyanto.

“Seperti kawan-kawan media dalam mengambil dokumentasi dan wawancara  dengan disiplin jalankan protokol kesehatan,” kata Andri menambahkan.

Selain itu, KPU Purbalingga juga mengapresiasi aparat TNI dan Polri yang membantu penegakan disiplin protokol kesehatan di lingkungan KPU Purbalingga, ketika acara.

Deklarasi Virtual Tiwi-Dono

Sementara itu, selepas agenda pengundian dan penetapan nomor urut, Pasangan Tiwi-Dono langsung menggelar deklarasi kemenangan. Deklarasi itu digelar secara virtual di tiga studio milik Bioskop NSC Braling Purbalingga.

Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) mengatakan bahwa mereka ingin tetap bisa menyapa masyarakat, simpatisan, dan para pendukung Tiwi-Dono selepas penetapan nomor urut.

“Namun karena harus menerapkan protokol kesehatan, maka kita lakukan secara virtual,” kata Tiwi yang ditemui selepas acara.

Ketua DPC PDI Perjuangan Purbalingga, Bambang Irawan menilai bahwa nomor urut 2 memiliki makna yang mendalam.

Angka dua bisa bermakna sebagai simbol huruf V. Yang mana, simbol itu merujuk pada kata dalam bahasa bahasa latin, yakni Victoria yang berarti kemenangan.

“Dua itu menurut keyakinan kami dalam istilah Jawa lungguh (duduk). Bisa diartikan dua periode,” kata Bambang Irawan yang juga Ketua DPRD Purbalingga.

Masa kampanye Pilkada Purbalingga dilaksanakan pada 26 September 2020 sampai dengan 5 Desember 2020. KPU Purbalingga meminta masing-masing pasangan calon dan tim pemenangan melakukan kampanye dengan menerapkan protokol kesehatan.