BRALING.COM, PURBALINGGA – Satu lagi universitas akan berdiri di Kabupaten Purbalingga. Kali ini Universitas Islam Negeri (UIN) Saifuddin Zuhri atau UIN Saizu yang bakal dibangun di Purbalingga.

Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga untuk memberikan hibah aset tanah kepada Institut Agama Islam negeri (IAIN) Syech Mahdum Wali Purwokerto menjadi langkah maju realisasi rencana pembangunan kampus tersebut.

Penandatanganan hibah tanah Pemkab Purbalingga tersebut dilaksanakan di Pendapa Dipokusumo, 25 September 2020.

Sebagai informasi, UIN Saizu merupakan transformasi dari IAIN Syech Mahdum Wali Purwokerto. Untuk menaikan status menjadi UIN, IAIN membutuhkan pengembangan kampus.

IAIN Syech Mahdum Wali Purwokerto sudah nembung kerjasama dengan Pemkab Purbalingga tersebut sejak September 2019 kemarin. Saat itu, Bupati Purbalingga juga sudah menegaskan siap memberikan hibah aset tanah.

Pemkab Purbalingga memberikan hibah tanah di dua wilayah berbeda. Yakni di Kelurahan Karangsentul yang masuk Kecamatan Padamara serta di Desa Karangjengkol yang masuk di Kecamatan Kutasari.

Total luas tanah yang hibah yang diberikan ke IAIN Purwokerto yakni 170.702 meter persegi. Nilai hibah tersebut diperkirakan mencapai Rp 2,49 miliar.

Baca: Dorong Pertumbuhan Bisnis UMKM, Pemkab Purbalingga Jalin Kerjasama dengan Pertamina

Rektor IAIN Purwokerto, KH Moh Roqib MAg menyebutkan, penghibahan ini merupakan kebijakan luar biasa berarti bagi IAIN Purwokerto, kebijakan untuk mengukir sejarah.

Roqib menilai, Bupati Dyah Hayuning Pratiwi sebagai pemimpin yang memiliki wawasan prospektif ke depan, tidak hanya di dunia akan tetapi di akhirat.

“Saya pikir semua orang sudah paham bagaimana kita berpartisipasi kemudian memiliki makna kesejarahan panjang,” kata Roqib.

“Gampangnya pada periode kepemimpinan Ibu Bupati (Tiwi) telah ditulis dalam tinta emas ada satu upaya untuk peningkatan kualitas SDM, kualitas bangsa Indonesia khsusunya di Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya,” imbuhnya ketika memberikan sambutan.

Roqib menjelaskan, transformasi dari IAIN menjadi UIN menjadi langkah untuk menjadikan keilmuan Islam terintegrasi dengan ilmu umum lainnya.

Rencananya, IAIN Purwokerto akan membangun Fakultas Psiokogi dan Industri Kreatif di Purbalingga. “Ketika sudah tertata lagi, juga sambil mengembangkan program pendidikan terkait pertanian dan pariwisata yang ada di Karangjengol,” kata Roqib.

“Sehingga matching dengan program Pemkab Purbalingga yang getol menciptakan kreasi baru pemanfaatan lahan di Gunung Slamet sehingga Perguruan Tinggi ini memiliki fungsi edukasi juga rekreasi spiritual,” kata Roqib menambahkan.

Baca: PMI Dukung Program TMMD Sengkuyung Tahap III dengan Bantu Perbaikan RTLH di Desa Karangturi

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menegaskan bahwa hadirnya perguruan tinggi di Purbalingga adalah salah satu upaya Pemkab Purbalingga untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Sebab itulah, Bupati Purbalingga menyambut baik rencana IAIN Purwokerto untuk membangun kampus di wilayah Kabupaten Purbalingga.

“Hibah ini adalah komitmen kami dalam rangka untuk meningkatan IPM dan peningkatan derajat pendidikan di Kabupaten Purbalingga, kata Bupati Tiwi ketika memberikan sambutan.

Tanah yang dihibahkan di Kelurahan Karangsentul dan Desa Karangjengkol telah melalui proses survey dan kajian termasuk peruntukan yang sesuai dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Kita juga memilih Karangjengkol dengan tujuan untuk membuka keramaian baru di sana,” Bupati Tiwi mengungkapkan alasan khusus memilih Desa Karangjengkol.

Pertumbuhan Kawasan Baru

Sementara itu, Ketua DPRD Purbalingga Bambang Irawan berpendapat, momen berdirinya UIN di Purbalingga adalah hal yang ditungu-tunggu. Yang mana, saat ini IPM Kabupaten Purbalingga masih menjadi masalah bersama.

“Kita ingin dengan adanya UIN ini, selain IPM meningkat, juga ada multiplier effect dan ekonomi masyarakat bisa meningkat,” kata Bambang Irawan.

Ia juga sepakat mengenai alasan persebaran keramaian harus terjadi di Purbalingga, ketika IUN Saizu diarahkan untuk membangun di di Karangjengkol. Kehadiran perguruan tinggi bisa mendorong munculnya pertumbuhan ekonomi baru.

“Tidak ada mimpi lain dari diri kami, DPRD kita semuaya kepengen masyarakat Purbalingga semakin maju, mandiri dan berpendidikan. Mimpi-mimpi kita ini perlahan mulai terealisasi,” kata Bambang Irawan.