BRALING.COM, PURBALINGGA – Perumda Puspahastama menjadikan kopi sebagai landasan untuk mengembangkan bisnisnya di sektor pertanian.

Dengan adanya trend positif di industri kopi dalam beberapa tahun terakhir ini, baik di sektor hulu maupun hilir, Perumda Puspahastama berupaya menyeruput keuntungan dari bisnis kopi.

Seperti diketahui Perumda Puspahastama berada di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja. Selama ini, Perumda Puspahastama hanya fokus di industri beras.

Sebagai bagian dari strategi penyiapan kopi Purbalingga yang berkualitas, Perumda Puspahastama menggelar pelatihan budidaya serta ditindaklanjuti dengan penanaman bibit kopi.

Pelatihan budidaya kopi bagi petani kopi di Kecamatan Karangreja dan Karangjambu sudah dilaksanakan 17–19 September 2020 kemarin.

Baca: Dorong Pertumbuhan Bisnis UMKM, Pemkab Purbalingga Jalin Kerjasama dengan Pertamina

Kemudian, penanaman bibit kopi dilakukan simbolis di Bukit Krisan, Gunungmalang yang berada di Desa Serang, 1 Oktober 2020.

Direktur Perumda Puspahastama, Sri Wahyuni menjelaskan, Perumda Puspahastama memberikan 2000 bibit kopi

“Bibit kopi Arabika untuk Gunung Malang sebanyak 1000 bibit, dan Siwarak 500 bibit, sedangkan untuk Desa Sirandu (Karangjambu) sebanyak 500 bibit Kopi Robusta,” kata Sri Wahyuni ketika memberikan sambutan.

Baca: Jos Banget! Produk UMKM Purbalingga Sudah Bisa Dibeli di Indomaret

Sementara itu, Dewan Pengawas Perumda Puspahastama, Tri Daya Kartika menilai langkah managemen Perumda Puspahastama untuk menggarap komoditas kopi akan menguntungkan perusahaan, petani serta pemerintah.

Apalagi, menurut Tri Daya Kartika, Gunung Malang dengan ketinggian 1200 mdpl memiliki potensi besar jika ditanami kopi arabika yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

“Bila dengan penanaman yang baik, hasilnya juga akan baik, paling tidak satu pohon tiap musim menghasilkan 10 kilogram buah kopi, seandainya petani mempunyai 1000 pohon maka 1 tahun, diperkirakan akan menghasilkan Rp 70 juta per tahun,” kata Tri Daya memperkirakan.

Pentingnya Komitmen Petani Kopi

Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana berharap bahwa, petani kopi yang sudah dilatih, diharapkan bisa menjadi pelatih bagi petani-petani kopi yang lain.

Disamping itu, Sarwa Pramana meminta agar setiap batang pohon kopi dari bantuan ini harus dipertanggungjawabkan.

“Memang harus ada komitmen dari para petani kopi. Ketika kita menancapkan satu pohon, tolong ada yang bertanggungjawab supaya tidak mubadzir, karena bibit ini dibeli juga dengan uang, dan uangnya uang negara,” kata Sarwa.

“Kalau uang negara ini ditanam, nanti dipertanggungjawabkan, harus jelas lubangnya dimana saja, termasuk ketika ada yang mati harus ada second opinion, harus segera disusuli ditanami lagi, ini menjadi penting,” Sarwa menambahkan.

Pjs Bupati memberikan apresiast terhadap Perumda Puspahastama dan para petani kopi. Selain dapat memberikan kemanfaatan ekonomi, penanaman kopi di daerah atas ini juga dapat mencegah terjadinya bencana alam banjir ataupun longsor bagi daerah bawah.

“Karena ketika lahan ini gundul, tidak ada tanaman apapun, maka akan mudah menenggelamkan yang ada di bawah,” kata Sarwa Pramana.

“Ini juga membantu Kabupaten Purbalingga untuk peresapan air sehingga air tidak liar tetapi meresap ke bawah menjadi mata air yang bagus,” kata Sarwa Pramana.