BRALING.COM, PURBALINGGA –  Dunia Sastra di Kabupaten Purbalingga sekarang ini semakin bergeliat. Kali ini, giliran buku “Epitaf Tanah Perwira” yang mendorong gairah kasusastraan di Kota Perwira.

Bowo Leksono, Ketua Dewan Kesenian Purbalingga (DKP) dan Ryan rachman Ketua Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga merilis buku “Epitaf Tanah Perwira” di Peluncuran Buku & Parade Baca Puisi “Epitaf Tanah Perwira”.

Peluncuran buku terbitan Katasapa Purbalingga tersebut dilaksanakan secara virtual di Bioskop Misbar Purbalingga, 3 Oktober 2020/

Baca: Ayo Rasakan Asiknya Paket Wisata Terbaru di Sanggaluri Park Purbalingga

Bowo Leksono ketika memberikan sambutan mempunyai harapan supaya buku “Epitaf Tanah Perwira” tidak berhenti hanya sampai peluncuran dan pembacaan puisi saja.

Akan tetapi, Bowo berharap, buku yang memuat karya-karya seniman sastra di Purbalingga tersebut bisa didiskusikan terutama di kalangan generasi muda.

Ryan Rachman menjelaskan bahwa buku “Epitaf Tanah Perwira” dimaksudkan sebagai catatan kecil di atas monumen yang merangkum karya puisi wong Purbalingga.

Selain penulis puisi yang tinggal di Purbalingga, buku tersebut juga memuat karya dari para penulis kelahiran Purbalingga yang kini bermukim di berbagai kota di Indonesia.

Ryan menyebutkan bahwa setidaknya terdapat 60 kontributor lintas generasi yang puisinya ada di dalam buku tersebut.

15 Penampil dan Puisinya

Sementara itu, Agustav Triono, Sekretaris Katasapa Purbalingga berkata bahwa, peluncuran buku dan parade baca puisi tersebut dilaksananan untuk memberikan ruang ruang ekspresi dan apresiasi para penikmat sastra.

Dengan protokol kesehatan yang ketat, acara yang disajikan secara live streaming di kanal YouTube Misbar Purbalinggaitu hanya dihadiri tidak lebih oleh 50 penonton dan penampil.

Setidaknya ada 15 penampil yang membacakan puisinya malam itu. Yakni Trisnanto Budidoyo, Agustav Triono, Lintang Kumalasari, Septiningsih, Ag. Andoyo Sulyantoro, Lilian Kiki Triwulan, Ikrom Rifa’i, Titi Budi Rahayu dan Windu Setyaningsih.

Kemudian ada juga karya dari Yudi Pranoto, Vandi Romadhon, Septiono Bangun S, Arto Wibowo, Lelly Faizatillah serta Jarot C.Setyoko.

Selain itu, event virtual tersebut juga menyajikan musikalisasi puisi dari Asa Jatmiko yang kini telah bermukim di Kudus.